Sunday, 22 February 2015

Bidik Sektor Maritim, TLKM Makin Prospektif

INILAHCOM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang mengincar pendapatan sekitar Rp500 milliar dari penyediaan layanan solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang maritim dan logistik menjadi nilai positif bagi perseroan.


“Kami meyakini keingingan perseroan itu akan tercapai,” papar riset harian Recapital Securities yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (23/2/2015) . Pasalnya, lanjut Recapital, sektor maritim dan logistik merupakan salah satu sektor yang masuk ke program prioritas pengembangan pemerintah Jokowi-JK. Yang lebih dahulu dikembangkan adalah sektor infrastruktur.


Proyek ini merupakan kelanjutan dari 2014 dimana perseroan sudah menggelar 6 Broadband Port yaitu Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makasar dan Pelabuhan Sorong dengan total investasi sekitar Rp90 milliar. Untuk tahun ini, pelabuhan yang akan di gelar Broadband Ports antara lain Pelabuhan Banda Aceh, Pelabuhan Pangkal Pinang,Pelabuhan Padang, Pelabuhan Cilacap, Pelabuhan Pontianak dan lain nya.


Sebelumnya, manajemen perseroan mengumumkan sedang mengincar pendapatan sekitar Rp500 milliar dari penyediaan layanan solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang maritim dan logistik. Salah satu andalan untuk meraih pendapatan dari sektor maritim dan logistik dengan menggelar 18 Broadband port dengan total investasi sekitar Rp 200 milliar.


Dana alokasi pembangunan Broadband Port 2015 tersebut sebesar 60% hingga 65% untuk infrastruktur akses seperti serat optic dan akses Wifi, sebesar 20%-25% untuk aplikasi dan sebesar 10%-15% untuk perangkat.


Menurut Recapital, kontribusi pendapatan dari maritim akan berdampak positif bagi struktur keuangan konsolidasi TLKM. Selain itu, perseroan telah mempunyai strategi untuk mendukung layanan Broadband Port di antaranya dengan Maritim Logistik, Maritim Fishery dan Maritim Defense. Sekedar Informasi, Maritim fishery menyediakan platform digital untuk ekosistem Kampung Nelayan Indonesia sehingga memiliki daya saing yang tinggi dan efficiency cost yang berdampak pada keuntungan bagi ekosistem Kampung Nelayan.


Hingga September 2014, perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp65,84 trilliun atau 7,06 % year on year (yoy) sedangkan laba bersih tercatat Rp11,44 trilliun atau 3,52 % yoy. “Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 18 rekomendasi beli, 11 rekomemdasi tahan, dan 2 rekomendasi jual dengan target harga Rp 3.045 per saham TLKM,” ungkapnya. [mdr]


berita selengkapnya