Saturday, 21 February 2015

Panja Samad Pelajaran DPR Waspada Pilih Kapolri

INILAHCOM, Jakarta - Rencana pembentukan Panitia Kerja (Panja) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dinilai menjadi pelajaran bagi Komisi III DPR dalam melakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan.



Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmon J Mahesa mengatakan, jika Panja Samad dibentuk, maka hasil rekomendasi Panja ini juga dapat memberikan masukan kepada Komisi III tidak hanya kepada Komite Etik.



"Agar ke depan kami Komisi III dapat lebih teliti, cermat, dan waspada terhadap proses fit and proper test," kata Desmon, Jakarta, Sabtu (21/2/2015).



Politikus Partai Gerindra itu mengakui, banyak ketidakcermatan komisi yang membidangi hukum itu dalam melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon pimpinan mitra kerjanya.



"Komisi III kan yang selama ini menjalankan proper terhadap pimpinan KPK, Kapolri dan Jaksa Agung," tegasnya.



Tentunya, kata Desmon, ke depan akan jauh lebih hati-hati, termasuk dalam pencalonan Konjen Pol Badrodin Haiti yang diusulkan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi.



"Bagaiamana Haiti di media sosial marak disebut sebagai pemilik rekening gendut, proper terhadap kapolri ini harus lebih waspada," tandasnya.



Diketahui, Komisi III DPR berencana akan membentuk Panja untuk membuktikan pelanggaran Abraham Samad selaku pimpinan KPK. Dimana, Plt Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut Samad telah bermanuver politik jelang Pilpres 2014.



Komisi III DPR telah memanggil beberapa saksi yang turut serta dalam pertemuan Samad dengan beberapa elite PDIP itu. Adalah, Hasto, Tjahjo Kumolo, Andi Widjojanto, dan Supryansah. [mes]


berita selengkapnya