Friday, 27 March 2015

Baru! Ahok ikut berantas korupsi di game 'Kriminalisasi'

Di bulan Februari lalu, Madfal Studio telah meluncurkan game mobile kreatif bertema pemberantasan korupsi, Kriminalisasi. Yang terbaru, Gubernur 'blak-blakan' Ahok ikut berperang di game 'Kriminalisasi'.


Kasus perseteruan antara Ahok dengan DPRD DKI Jakarta terkait masalah APBD terus membuat banyak orang mendukung gubernur Jakarta itu. Bahkan, ribuan tanda tangan sebagai bukti dukungan pada Ahok pun sudah dibuat.


Nah, tidak ingin ketinggalan, Madfal Studio turut serta dalam gerakan ini dengan menghadirkan update game Kriminalisasi versi 2.0. Jika Anda mengunduh atau mengupdate game ini, maka Anda bisa memainkan karakter Ahok di samping Abraham Samad.



Gameplay dari game Kriminalisasi pun masih tetap mudah. Apabila di versi lawas game ini Anda perlu menjaga kantor KPK dari serangan para koruptor, maka kali ini Anda dituntut menjaga kantor Gubernur dari serangan koruptor berupa UPS, kulkas, barbel, dan lain-lain.



Ya, barang-barang yang menyerang Ahok itu adalah benda-benda yang dituding kental dengan aroma korupsi dan menyebabkan konflik antara Ahok dan DPRD DKI.


Selain kemunculan Ahok, versi baru game Kriminalisasi dilengkapi fitur tambahan, seperti Leaderboard untuk menampilkan nilai terbaik. Menariknya, Madfal juga menambahkan kejutan dengan menghadirkan oknum "Saya Berhak". Penasaran? Anda bisa mengunduh gamenya disini.



Baca juga:

'Kriminalisasi', game Android spesial untuk dukung KPK

Nintendo bakal bawa game Super Mario ke smartphone

Hati-hati mainkan game-game ini, hacker mengintai

Lompatan gila 'Super Mario' terbukti mustahil dilakukan manusia

Setelah 'Dana Siluman', kini muncul game 'Lulung Versus Ahok'


Save KPK:

Seniman: KPK anak kandung reformasi pelan-pelan dibunuh!

Pegiat HAM dorong Tim 9 melawan upaya pelemahan KPK ke Jokowi

'Ruki disusupkan untuk lemahkan KPK dan tutup kasus BG'

'Pelumpuhan KPK buat harapan publik pada aparat hukum hilang'

Ini peran rekan BW yang ditangkap Bareskrim soal kasus saksi palsu


berita selengkapnya