Tuesday, 24 March 2015

Isu Jokowi vs Mega, Kandang Banteng Panas

INILAHCOM, Jakarta - Wacana pencalonan Joko Widodo sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat panas suasana di kandang Banteng. Isu ini sebaiknya dihentikan, daripada menjadi bola liar yang membuat perpecahan semakin dalam.



Pengamat politik Universitas Bung Karno (UBK) Teguh Santosa menegaskan, seluruh pihak khususnya internal PDIP harus bisa menjaga diri. Tidak perlu cawe-cawe bicara soal pencalonan Joko Widodo sebagai ketum dalam Kongres IV PDIP pada April mendatang di Bali.



"Internal PDIP sebaiknya jangan banyak omong, tahan dirilah. Jangan benturkan Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati," tandas Teguh, Rabu (25/3/2015).



Untuk saat ini, lanjut Teguh, positioning politik Megawati di kandang Banteng adalah yang terkuat. Dirinya merupakan tokoh sentral, pemersatu dan paling disegani. Selama memimpin PDIP, Megawati juga mampu menorehkan sejumlah keberhasilan. Khususnya dalam menetapkan keputusan politik yang strategis dan substansial.



"Suka atau tidak, kenyataan berbicara bahwa Bu Mega masih yang terbaik. Beliau tokoh pemersatu dan paling disegani. Beliau juga mampu membesarkan PDIP sehingga bisa menjadi juara dalam Pemilu 2014, sekaligus Pilpres 2014. Ini prestasi bersejarah lho. Jadi, masih pantas dan layak saja kalau Ibu Mega dipercaya memimpin PDIP," tegasnya.



Kalau memaksakan Joko Widodo maju dalam bursa ketum PDIP, lanjutnya, dikhawatirkan bisa menjadi blunder politik. Kalah ataupun menang bagi Jokowi, bakal berdampak negatif untuk PDIP.


"Sebaiknya jangan obok-obok Presiden Jokowi. Biarkan beliau fokus memimpin negara. Berikan kesempatan Pak Jokowi untuk merealisasikan ide besarnya dalam membangun Indonesia," paparnya.[yha]


berita selengkapnya