Friday, 29 May 2015

Banyak keluhan pengguna BPJS, Ahok tegur Dinas Kesehatan

Saat reses, para anggota DPRD DKI Jakarta banyak mengeluhkan pelayanan BPJS yang kurang baik. Hal itu disampaikan para anggota dewan saat rapat paripurna bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Mendapatkan masukan itu, Ahok pun menginstruksikan beberapa dinas yang hadir maupun tidak hadir untuk mengurus masalah itu.

"Seperti banyak rumah sakit yang bilang kamar sudah penuh kepada pengguna BPJS, saya sudah adukan langsung via WhatsApp ke dinas yang terkait yang saat ini tidak hadir," jelas Ahok di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat (29/5).

Ahok memaparkan dinas yang terkait itu salah satunya dinas kesehatan. Seperti di Puskesmas Rawabadak, Jakarta Utara, yang sampai saat ini belum juga direalisasikan.

"Itu Puskesmas kita harusnya langsung bangun, memang ini sejalan dengan konsep-konsep kita kita semua. Selain adanya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), dalam rapat reserse paripurna ini kami memang berniat semua yang disampaikan anggota DPRD akan kami penuhi sehingga masyarakat akan merasa reses DPRD bermanfaat," jelasnya.

Ahok mengungkapkan, mulai tahun depan enggak pakai DED (digital engineering design) tapi langsung rancang bangun.

"Banyak sekali, masyarakat enggak ngerti, ada uang bangunnya kenapa lama, ternyata itu karena pakai DED molor sampai 2-3 tahun," tuturnya.

Dirinya mengungkapkan akan mengubah polanya mirip dengan swasta, yaitu sudah ada desain dasar, dilelangkan, rancang bangun dan kerjakan.

Baca juga:
Agar tak ditahan RS, ini pesan Ahok ke warga bila berobat pakai BPJS
Genjot sinergi RS swasta-BPJS Kesehatan, Jokowi bisa pakai cara ini
BPJS watch: Ancaman Jokowi cabut izin RS swasta tak bijak
Hindari penumpukan pasien, BPJS perbanyak rumah sakit rujukan

berita selengkapnya